Home / News / Lima Pemuda Cirebon Tertangkap Tangan Bermain Poker Online

Lima Pemuda Cirebon Tertangkap Tangan Bermain Poker Online

Komitmen Pemerintah

Perjudian merupakan praktik ilegal di beberapa negara termasuk juga Indonesia. Indonesia telah melarang lama segala jenis praktik permainan judi. Maka dengan melalui komitmen tersebut pemerintah Indonesia sering kali melakukan penggerebekan dan penggeledahan di tempat-tempat yang terduga melakukan praktik ilegal. Salah satu perwujudan akan hal itu adalah pemerintah daerah kabupaten Cirebon yang semakin gencar melakukan penindakan. Kabupaten Cirebon sering kali menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) untuk ketertiban dan keamanan masyarakat. Segala jenis penyakit masyarakat (pekat) sangat membuat masyarakat resah oleh sebab itu pemerintah bergerak dengan cepat. Hal yang termasuk ke dalam penyakit masyarakat antara lain perzinaan, narkoba, miras dan perjudian. Polres kabupaten Cirebon merazia segala macam tempat-tempat yang terkait akan hal itu. Seperti bar, kasino, kamar kos sampai dengan hotel tidak luput terkena razia. Hal ini semua sebagai perwujudan akan komitmen tegas pemerintah untuk menegakkan hukum.

Penangkapan Lima Orang Pemuda

Pada kesempatan razia tersebut, pemerintah daerah Cirebon yang bekerja sama dengan kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)  menangkap lima orang terduga melakukan tindak kejahatan. Berawal petugas mencurigai adanya tindak kejahatan jual beli narkotika di kawasan tempat kos. Selanjutnya satuan tugas dari kepolisian Cirebon mengintai dan mengepung rumah kos tersebut. Tidak lama kemudian mereka melakukan penggerebekan dan tidak menemukan bukti terkait yang kuat. Namun polisi melihat terdapat lima orang pemuda yang bermain menghadap ke arah komputer. Ternyata ke lima pemuda tersebut lagi asyik bermain poker melalui komputer. Hal ini kami dapatkan dari keterangan pihak kepolisian daerah Cirebon. Kepala Polres Cirebon Ronaldy telah jelas memaparkan terkait interogasi kepada ke lima pemuda tersebut. Setelah tertangkap tangan melakukan perjudian tersebut polisi lantas segera membawa ke lima orang pemuda tersebut ke polres terdekat.

Barang Bukti

Melalui hasil penggerebekan tersebut polisi mendapatkan beberapa barang bukti yang berada di tempat lokasi kejadian. Polisi berhasil mendapatkan tujuh jenis komputer yang digunakan mereka untuk melakukan perjudian poker online. Selanjutnya polisi juga berhasil mendapatkan delapan kartu ATM dan lima rekening tabungan yang memiliki jenis bank yang bermacam-macam. Itu semua diduga sebagai alat dan media para pelaku dalam bermain poker online. Ronaldy menegaskan bahwa kartu ATM mereka gunakan untuk bertransaksi dalam perjudian poker online. Berdasarkan informasi yang telah kami dapatkan, praktik aktivitas perjudian poker online telah berlangsung sejak 3 bulan yang lalu. Berdasarkan keterangan tersebut maka aktivitas ini terbilang cukup lama. Bahkan pemuda tersebut mengatakan keuntungan yang mereka dapatkan selama tiga bulan bermain poker online mencapai 2 juta Rupiah per hari. Hal ini merupakan jumlah yang terbilang sangat besar. Para pelaku judi poker online ini berasal dari daerah yang berbeda. Ketiga pelaku berasal dari daerah Jakarta dan yang dua berasal dari Cirebon.

Jaringan Perjudian Nasional

Melalui keterangan ke lima pemuda tersebut yang mengaku mempersiapkan tempat fasilitas dan dana modal sendiri dalam bermain poker online. Namun polisi berpikir lain dan mencurigai bahwa perjudian di daerah Cirebon merupakan aliansi dari jaringan perjudian nasional. Kapolres mengaku belum mendalami bagaimana kasus perjudian online di Cirebon ini. Akan tetapi pihak kepolisian terus berusaha mengembangkan kasus ini lebih lanjut. Juga tambah lagi dengan melihat bahwa satu orang pelaku terindikasi positif narkotika. Hal ini membuat penyidikan lebih luas sebab keterkaitan perjudian dengan narkotika menjadi suatu hal yang berhubungan satu sama lain. Melalui informasi yang telah kami dapatkan juga, bahwa awalnya para pemain telah diberi modal untuk awal bermain. Setiap pemain diduga mendapatkan modal awal sebesar 100 ribu rupiah sebagai langkah awal untuk bermain. Dari modal yang mereka dapatkan tersebut, mereka berhasil mendapatkan 40 persen dari keuntungan jutaan rupiah.

Melihat hal ini maka kepolisian bekerja sama dengan pemerintah melalui komitmennya akan terus melakukan investigasi dalam pengembangan kasus ini. Melalui hasil ini maka pihak polisi akan terus mengusut tuntas siapa yang menjadi pemodal terutama terkait jaringan perjudian nasional. Juga kepolisian akan melakukan pengembangan lebih lanjut terkait jual beli narkotika dalam lingkaran perjudian poker online.

Related Post

COMMENTS

Samsul Arifin
02 January 2021
Waduh! Ternyata ada yang ketangkap lagi. Kasian juga, ya. Mereka padahal cuman ingin bermain judi biasa, tapi mungkin kurang beruntung dan akhirnya ditangkap oleh bapak polisi. Kalau mau main aman sih bisa coba Judi Online lewat gadget saja, bukan hanya aman, tapi juga bapak polisi tidak akan tahu atau sampai ngerampas gadget kita waktu main, kan?
Sanusi Ismail
04 January 2021
Benar-benar ketemu sama nasib yang apes. Harusnya sih kalau kos-kosannya udah pernah didatengin sama polisi, bisa lihat sikon dulu. Cari tempat yang aman baru lanjut lagi main Judi Online, tapi mereka malah asyik sendiri dan akhirnya kena batunya. Mungkin lain kali harus cari tempat yang lebih aman, setidaknya sampai bapak-bapak polisi itu sudah tidak mencurigai kos-kosannya.
Gaga KW
06 January 2021
Mungkin kalau sampai melibatkan perjudian nasional, bisa-bisa kasus ini semakin merambat jauh. Aku jadi sedikit penasaran sama kelanjutannya, para pemian Judi Online itu anehnya tidak jera setelah salah satu rekan mereka tertangkap polisi. Aku juga kurang yakin, tapi mungkin saja mereka sangat ketagihan jadi niat untuk mengurunkan diri jadi tidak terlaksanan.
Bona Kribo
07 January 2021
Aku juga cukup heran mengapa mereka masih mempertahankan main Judi Online pakai komputer jika tempat mereka pernah di datengin Polisi? Padahal kan masih ada handphone, setidaknya perangkat yang satu ini cukup kecil, dan mudah untuk disembunyikan dari penggeledahan para polisi. Jika masih tidak aman, coba sembunyikan di sela-sela genteng atau selokan... hahahahaha!
Abdul Majid
08 January 2021
Saya kurang tahu tentang jaringan perjudian seperti ini, tetapi bukankah itu berarti skalanya besar, ya? Ini nasional lhoo! Judi Online yang sangat besar. Saya jadi sedikit ngeri membayangkan seberapa besar kasus ini ada sangkut pautnya dengan Jaringan Perjudian Online Nasional. Untung saja para polisi tanggap menangkap mereka... jadi rasanya sedikit aman.
Post your reply
We'll never share your email with anyone else.
Subscribe to our newsletter